Rasanya egois jika menangis.
Karena aku tahu di luar sana, semua manusia lain dapat bagian ujiannya masing-masing.
Ada temanku yang orang tuanya sedang dirawat di rumah sakit.
Ada juga dia yang jauh dari orang tuanya dan berjuang melawan lingkungan yang tak baik.
Ada yang ini, ada yang itu.
Tapi, rasa empati bukan berarti harus menafikan yang aku hadapi, kan?
Aku tidak merasa istimewa atau paling hebat atau merasa ujianku paling berat. Tidak.
Aku hanya sedang mencerna dan meregulasi apa yang terjadi. Itu saja.