Sepertinya laki-laki masa depanku nanti harus belajar menghadapiku dari adik laki-lakiku.
Siang ini agak cranky.
Karena bingung mau makan apa tapi sudah terlanjur lapar sekali.
Akhirnya, selesai solat langsung siap -siap ke warung untuk beli apa aja yang muncul di kepala.
Sambil nahan rasa nggak enak di hati.
Kesal sama diri sendiri yang kenapa nggak prepare untuk makan siang nanti se-dari pagi tadi.
Sempat terbersit menyalahkan adik yang tertidur pulas di kamarnya. Iya, dia nggak salah apa-apa. Tapi, karena dia nggak ikut berkontribusi menyelesaikan kebingunganku, pokoknya dia salah juga.
Akhirnya keluar. Jalan di tengah terik matahari. Beli ini, itu, yang aku mau, secukupnya.
Sudah sampai di rumah lagi, ketika mau membuka pagar tiba-tiba mendengar suara menggeram dari dalam saluran air. Kaget, tapi karena sedang kesal, mengusahakan tetap tenang sambil menghentakkan kaki beberapa kali supaya biawak menyebalkan itu tidak jadi naik dari tempat bersemayamnya.
Masuk ke rumah.
Menaruh semua yang dibeli lalu membuka kamar manusia yang ternyata sudah bangun dan sibuk dengan hpnya. Memberikan cemilan yang aku tau dia suka. Lalu keluar.
Tapi, rasanya ada yang kurang.
Lalu masuk lagi hanya untuk..
"Tadi ada biawak mau keluar!"
"Dimana?" setengah mengantuk dia menjawab.
"Di depan pager!"
"Mantap." Lalu dia kembali asyik dengan hpnya.
Dan dengan jawaban se-adanya itu aku merasa puas.
Ditambah setelah itu aku makan.
Cranky-ku hilang.
Setelah itu? aku mengantuk.