Jariku terluka.
Kecil, tapi cukup dalam.
Dan aku tidak suka melihatnya.
Aku ingin dia tertutup dengan segera.
Perasaanku tidak nyaman saat melihatnya seperti masih sama di setiap hari.
Karena itu aku memutuskan menutupnya dengan plester luka.
Ya, agar aku tidak melihatnya.
Tapi, kemudian aku sadar.
Sepertinya aku memperlakukan diriku dengan sama untuk luka-luka yang gak kasat mata.
Aku memaksanya untuk sembuh dengan segera dan agar aku merasa nyaman, aku seolah tidak melihatnya.
Padahal dia masih ada.