Senin, 26 Desember 2022
Terbatas.
Cukup.
Minggu, 25 Desember 2022
Sekat.
Sabtu, 24 Desember 2022
Masak
Minggu, 18 Desember 2022
Sepi.
Jumat, 16 Desember 2022
15 Tahun Atau Kurang Dari Itu.
Kamis, 30 Juni 2022
Rela.
Sabtu, 18 Juni 2022
Re-start.
Halo.
Awalnya aku takut untuk buka blog ini dan nulis lagi,
karena beberapa tulisan terakhir ditulis ketika sedang 'kacau-kacau'nya.
Dan aku takut dengan baca itu, jadi inget lagi, hehe.
Ternyata sudah tiga bulan sejak tulisan terakhir.
Memang Allah itu Maha Penyembuh.
Setidaknya saat ini sudah tidak seperti tiga bulan yang lalu.
Jadi, mari kita menulis lagi.
Untuk siapa?
Ya, diri sendiri.
Minggu, 13 Maret 2022
keinginan.
Cukup.
Sabtu, 12 Februari 2022
sulit.
burung.
anakku.
Pisau.
Rabu, 09 Februari 2022
rumah dan buku.
Minggu, 06 Februari 2022
kata.
Sabtu, 05 Februari 2022
tumbuh.
tidur.
anakku.
Kalau nanti Tuhan mengizinkan,
aku untuk menjadi seorang ibu.
Aku akan berusaha
untuk menjadi tempat pulang paling nyaman.
Sampai mungkin
anakku tidak perlu bercerita
pada selembar kertas atau dunia maya.
Dia harus bahagia.
Maka sebelumnya,
aku harus bahagia.
takut.
Kamu menunda-nunda,
karena takut memulainya.
'Kan?
Rasa takutmu itu,
coba diuraikan.
Sampai kapan kamu tidak bisa melawan?
Ibu.
Ibu apa kabarnya
Waktu itu ibu pergi dengan segera
Padahal belum sempat bercerita
Bagaimana menjadi orang dewasa
Ternyata semakin terjal jalannya bu
Aku sempat jatuh berkali-kali
Dan yang baru kemarin, sakit sekali
Ada lubang yang menganga
Aku tidak melihatnya
Ternyata dalam
Dan aku terperosok
Untungnya tidak apa-apa
Jadi orang dewasa itu,
tidak ada buku manualnya ya, bu?
Karena itu
Aku masih bertanya-tanya
Harus kemana
Bagaimana memulainya
Harus seperti apa
Harus bagaimana
Bu
aku tidak baik-baik saja.
Kamis, 03 Februari 2022
Senin, 31 Januari 2022
rumah.
tahu.
Minggu, 30 Januari 2022
berhenti.
takut.
luka.
baik.
orang tua.
Kamis, 27 Januari 2022
keajaiban.
Sabtu, 22 Januari 2022
Belajar.
tenang.
Kenapa?
Sedang bingung, ya?
Dunia rasanya berjalan cepat sekali.
Sementara kamu masih berusaha menata hidupmu lagi.
Tidak apa-apa. Tenang, ya.
Lakukan semua yang mau kamu lakukan.
Bereskan yang harus dibereskan,
pelan-pelan.
Satu persatu. Tidak perlu terburu-buru.
Tidak ada yang mengejarmu kecuali satu,
kematian.
Tapi hal itu di luar kuasamu, kan?
Tarik napas perlahan. Lalu hembuskan.
Semua ini sudah pasti atas persetujuan Tuhan.
Tapi kamu juga tidak terlambat untuk memperbaiki yang terjadi.
Jangan mudah terdistraksi dengan apa yang orang lain lakukan.
Matikan gawaimu sementara waktu, sepertinya tidak apa-apa.
Mungkin kamu perlu tidak berinteraksi dengan media sosial dan manusia di dalamnya.
Ingat, kamu tidak sedang berlomba dengan siapa-siapa.
Kamu hanya perlu fokus kepada dirimu. Hanya kamu.
Lagi pula,
semua ini sementara.
Akhirnya akan hilang juga.
Jadi, tenang ya.
Minggu, 16 Januari 2022
doa.
Sabtu, 15 Januari 2022
Kaca.
Di pantulan kaca,
perempuan itu menertawakan dirinya.
"Setelah bertahun-tahun,
tidak pernah serius soal rasa,
akhirnya aku seperti benar-benar jatuh cinta.
Pada usia dua puluh dua.
Dan patah hati saat itu juga,
Setelah beranjak dari usia dua puluh tiga."
Perempuan itu kembali tertawa.