Blinking Hello Kitty Angel Jurnal Bunga Matahari: 2022

Senin, 26 Desember 2022

Terbatas.

Kamu sendiri, kan, yang bilang.
Kalau keterbatasan itu, bisa dimanfaatkan untuk lahirnya sebuah hal-hal yang baru. 

Keberanian, misalnya.
Atau ketangkasan.
Atau ketangguhan.
Atau kekuatan.

Cukup.

"Kerjaanku kayak gak diliat..."


Loh. Selama ini kan memang kerjaanmu cukup Allah yang lihat. Usahamu juga. Semua yang kamu lakukan. 

Kalau gak ada satu pun manusia yang tau pun gapapa. 
Mereka gak bisa memberi kamu bahagia atau duka.

Cukup diliat Allah aja. 

Minggu, 25 Desember 2022

Sekat.

Sepengalamanku,
Beberapa orang tidak nyaman dengan sikap terlalu hangat atau bersahabat dari orang lain yang tidak terlalu dekat. 

Dari situ aku belajar untuk membuat sekat. 
Yang akan aku buka sedikit ketika orang lain yang terlebih dahulu mengetuk.
Jika tidak
Akan aku biarkan sekat itu tertutup. 

Sabtu, 24 Desember 2022

Masak

Maaf, aku ndak suka masak.

Setelah tinggal cuma berdua(atau kadang bertiga) sama adek di rumah selama hampir 2,5 tahun. Masak rasanya jadi kegiatan yang agak 'buang buang waktu' karena tinggal cuma berdua dan manusia-manusia di rumah ini gak jelas kapan mau makan dan nggaknya.

Sementara ku bisa cuma makan yang direbus rebus atau dikukus kukus aja atau buah atau apapun yang gak perlu proses masak lama, haha. 

Tatatatatapi aku gak mau dong jadi manusia manja dan males yang gak mau berusaha dan nyoba dulu tapi bilang gak bisa. 

Aku sukak banget nontonin video video masak yang hmmm terlihat sangat mudah! *wink

Tapi ternyata nggak.

It's hard. 
Masak itu bukan cuma bisa dan nggak, kayaknya. 
Aku nggak tahu gimana orang lain, tapi ketika masak, buatku yang capek itu bukan fisik aja. Semuanya capek.

Dari mulai awal masak udah dibayangi  khawatir rasanya gak enak; nanti kebuang, takaran bumbunya seberapa; aduh minyak, garam, kaldunya kebanyakan gak, ya; dan lain-lain. 

Dan hal-hal itu benar-benar menguras habis setengah energiku. 

Tapi masa' perempuan gak bisa masak?

Ya, ya, silakan berkomentar. Tapi yang aku tau kodrat perempuan itu cuma menstruasi, hamil, dan melahirkan. Memasak gak termasuk. 

Dan aku gak bilang sama sekali gak mau masak. No. 

Aku mau nyobak. Mau berusaha. Tapi ya itu. Mending capek olahraga dari pada capek masak :')

Dah gitu aja. 

Minggu, 18 Desember 2022

Kamu bersembunyi di balik kata-kata,
'menyibukkan diri'. 

Sepi.

Kamu harus bisa menikmati sepi.
Mensyukurinya.
Menikmati waktu bersama Sang Pencipta.

Hitung-hitung latihan.
Karena akan hadir suatu waktu nanti.
Dimana kamu akan benar-benar sendiri.

Karena sejatinya,
Manusia hanya lahir, hidup, dan mati bersama dirinya, tanpa siapa-siapa.
Manusia lain punya waktu untuk datang dan pergi, bukan?

Jumat, 16 Desember 2022

15 Tahun Atau Kurang Dari Itu.

#MorningThoughts

Ibu meninggal pada usia 40 tahun.
Kalau aku meninggal pada usia yang sama,
berarti aku cuma punya waktu 15 tahun lagi, ya? 
Kalau ternyata lebih cepat, berarti aku cuma punya waktu kurang dari 15 tahun saja? 

"..maka tugas kita hanyalah beramal baik dan berusaha memastikan amalan tersebut diterima oleh Allah." - Seseorang, semoga Allah merahmati-Nya. 

Kamis, 30 Juni 2022

Rela.

Aku paling takut kehilangan.
Mungkin kalian semua juga. 

Tapi, aku sadar
Sekuat apapun aku menggenggam
apapun, siapapun.
Ketika Allah berkata aku harus melepasnya.

Aku bisa apa?

Jumat, 1 Juli 2022.

Sabtu, 18 Juni 2022

Re-start.

 Halo. 

Awalnya aku takut untuk buka blog ini dan nulis lagi, 

karena beberapa tulisan terakhir ditulis ketika sedang 'kacau-kacau'nya. 

Dan aku takut dengan baca itu, jadi inget lagi, hehe. 


Ternyata sudah tiga bulan sejak tulisan terakhir. 


Memang Allah itu Maha Penyembuh. 

Setidaknya saat ini sudah tidak seperti tiga bulan yang lalu. 

Jadi, mari kita menulis lagi. 

Untuk siapa?

Ya, diri sendiri. 


Minggu, 13 Maret 2022

keinginan.

"Kalau sampai saat ini Allah belum menghapus keinginanmu terhadap sesuatu (yang baik), bisa jadi Dia ingin kamu lebih serius berdoa untuk hal itu. 
Itu memang ditakdirkan untukmu, hanya saja kamu perlu berjuang sedikit lagi. 
Karena jika Allah mengilhami kamu untuk berdoa, maka Dia akan mengabulkannya. Keinginan itu muncul di hatimu bukan tanpa alasan."

Cukup.

Pada akhirnya,
kita akan merasa bahwa hanya butuh segala sesuatu yang  "cukup".
Yang menghadirkan rasa tenang. 
Tidak berlebihan, tapi juga tidak kurang.  

Dan pada akhirnya juga, untuk jadi lebih baik, 
kita mungkin hanya butuh kesempatan kedua. 

apa?

"Apa yang kamu lakukan?"
"Berusaha, berdoa, menunggu."
"Untuk hal apa?"
"Semuanya."

Sabtu, 12 Februari 2022

sulit.

Perempuan paruh baya itu berkata, 

"Jadilah perempuan yang sulit didapatkan, sayang.
Bahkan meskipun hanya selembar gambar diri.

Jadilah perempuan yang tak mudah untuk jatuh hati. 
Maka yang kamu dapatkan adalah yang benar benar mau berjuang. 
Yang terbaik dari Tuhan."

burung.

Seekor burung berkata pada anaknya,

Pergilah. Lihat dunia. Rasakan senang sedihnya.
Tapi kalau nanti lelah, atau terjadi apa-apa.
Pulang, ya.

anakku.

Aku tidak mau anakku nanti punya seorang Ibu yang lemah
yang kalah dengan perasaannya
yang tenggelam dalam pikiran buruknya
yang terombang ambing prasangka

Aku mau anakku bangga
Ibunya kuat dan bermental baja
atau bahkan dia tidak pernah melihat air mata 
kecuali karena bahagia

Aku mau anakku berkata,
"Ibuku hebat. Kalau Ibu bisa, aku juga."

Pisau.

Perempuan itu berjalan
dengan pisau yang tertancap di kepala dan dadanya.

Seseorang menancapkannya di sana,
lalu pergi,
dan tidak mencabutnya lagi

Entah lupa atau sengaja

Dan sampai saat ini 
perempuan itu masih berusaha melepaskan pisau itu sendiri

Jika ditarik terlalu keras, sakit
Jika ditarik terlalu pelan, akan lebih sakit
Dia tau kedua cara itu sama-sama akan meninggalkan luka 
Darahnya mungkin sudah kering, tapi lukanya tetap ada

Dia bingung 

Tapi tidak mungkin membiarkan pisau itu tertancap selamanya
Tidak mungkin juga dia bawa kemana-mana

Lagi pula, berat pasti rasanya

Jalannya tertatih
menahan perih

Tidak bisa berlari
Hanya berjalan pelan, 
tapi mau sampai kapan?

Dengan darah yang mulai mengalir  
perempuan itu bergumam dengan mata berkaca-kaca, 

"Tuhan, bagaimana cara melepasnya?"








Rabu, 09 Februari 2022

rumah dan buku.

Tak apa.

Aku merasa cukup menjadi rumah yang teduh.
Yang berusaha melindungimu dari kekhawatiran dan hampir rubuh. 

Aku juga merasa cukup menjadi buku harian yang tertutup
Mendengar dan menerima kisahmu,
Senang dan sedihmu
Kebimbanganmu
Hampir keputusasaanmu
Dan tidak akan kuceritakan pada siapapun.

Tapi,
Jika nanti kamu sudah kembali berani menatap matahari 
atau tidak lagi takut pada hujan
atau menemukan tempat berteduh yang lebih baik
Dan tidak membutuhkanku lagi sebagai rumah untuk bertahan
Tak apa. 

Pun ketika kamu tak butuh lagi bercerita
Kuat untuk menahan semua rasa
Tak apa. 

Minggu, 06 Februari 2022

kata.

Iya, aku suka kata-kata.
Tapi, yang dikeluarkan tepat pada waktunya.
yang apa adanya.
yang bermakna.
yang tidak menyakiti siapa-siapa.
yang tidak mengada-ngada.
atau bualan semata
demi simpati manusia.

Dan kamu,
sudah terlalu banyak bicara.

nilai.

Bagaimana caranya
Agar aku tidak terpaut penilaian manusia
Yang tidak ada apa-apanya? 


Sabtu, 05 Februari 2022

tumbuh.

Aku harap 
Suatu saat kita bisa bertemu

Dan hal-hal yang saat ini dianggap beban
dapat diutarakan

Segala hal yang dianggap rumit,
ternyata hanya perlu disampaikan

Semua yang dianggap tak mungkin
ternyata hanya butuh dibicarakan

Sekarang, 

Mari kita tumbuh pada tanah masing-masing 
Tumbuh dan bermanfaat

Tak hanya tumbuh lalu mati
atau layu sebelum datang waktu
atau bahkan mati sebelum sempat bertumbuh 

Perkara bertemu atau tidak
Itu urusan Tuhan, kan?




tidur.

Mari bersandiwara
Mari berpura-pura bahwa kita tidak pernah bertemu
Aku tertidur selama dua tahun yang lalu

Dan kamu akan ku anggap sebagai mimpi buruk terpanjang yang pernah ku alami

anakku.

Kalau nanti Tuhan mengizinkan, 

aku untuk menjadi seorang ibu. 

Aku akan berusaha

untuk menjadi tempat pulang paling nyaman.


Sampai mungkin 

anakku tidak perlu bercerita

pada selembar kertas atau dunia maya.


Dia harus bahagia. 


Maka sebelumnya, 

aku harus bahagia.


takut.

Kamu menunda-nunda, 

karena takut memulainya. 

'Kan?


Rasa takutmu itu, 

coba diuraikan. 

Sampai kapan kamu tidak bisa melawan?


cerita.

Sebenarnya, 

tidak ada yang benar-benar peduli ketika kamu bercerita. 

Ibu.

Ibu apa kabarnya

Waktu itu ibu pergi dengan segera

Padahal belum sempat bercerita

Bagaimana menjadi orang dewasa


Ternyata semakin terjal jalannya bu 

Aku sempat jatuh berkali-kali 

Dan yang baru kemarin, sakit sekali 


Ada lubang yang menganga

Aku tidak melihatnya 

Ternyata dalam 

Dan aku terperosok

Untungnya tidak apa-apa


Jadi orang dewasa itu, 

tidak ada buku manualnya ya, bu?


Karena itu

Aku masih bertanya-tanya

Harus kemana 

Bagaimana memulainya 

Harus seperti apa 

Harus bagaimana 


Bu

aku tidak baik-baik saja.  




Kamis, 03 Februari 2022

salah.

Mungkin aku banyak salahnya mengira kamu begini begitu
Yah, namanya juga manusia.
Kadang mereka cuma mengandalkan prasangka. 
Kalau salah, kecewa.
Salah siapa?

maaf.

Sejak saat itu,

aku kira aku benci kata maaf. 

Senin, 31 Januari 2022

rumah.

Sebenarnya, 
kavling di surga bisa "dibeli"
tanpa harta yang harus dicari.
Dan ketika fokus untuk rumah yang di sana,
dunia juga mengikuti.
Ya, kan?

tahu.

Tidak perlu terlalu ingin mengetahui  sesuatu yang gak ada manfaatnya buat kamu. 
Karena, memang ada beberapa hal yang lebih baik kamu gak tahu. 

Tenang aja, kalau Allah ingin kamu tahu sesuatu, gimana pun caranya, serapat apapun manusia menutupi itu, 

pasti akhirnya kamu tahu.

Minggu, 30 Januari 2022

berhenti.

Sudah belasan tahun,
kamu hidup dengan terlalu memikirkan perkataan dan penilaian manusia.

Menerka-nerka pikiran mereka
Merasa kecil dan terpojok dengan kata-kata
yang belum tentu ada.

Mau sampai kapan?

Berhenti sekarang juga.

takut.

Rasa takut (yang salah) itu melelahkan, ya. 
Takut dengan apa yang belum tentu terjadi. 
Takut dengan apa yang cuma ada di kepala sendiri.
Takut kehilangan apa yang (sebenarnya) nggak dimiliki.
Takut ditinggal sesuatu yang memang bisa tiba-tiba pergi. 



Padahal ada Allah yang menjamin semuanya. 
Toh, ujung-ujungnya, semua yang ngatur Allah juga. 

luka.

Tanganku luka. 
Dua sayatan kecil dan satu sayatan besar.
Darah yang keluar cukup banyak.
 
Tapi sekitar dua puluh menit kemudian, dia mengering
lalu menutup.

Kalau begitu, 
sebagaimana luka pada tubuh, 
luka yang tak terlihat harusnya cepat pulih juga, kan?

baik.

☀️: "Berbuat baik ke orang lain itu gak pernah salah, kok, fah."

🌻: "...tapi kalau orang itu berbuat salah atau nyebelin kan, susah mau baiknya."

☀️: "Siapa sih yang gak pernah berbuat salah? gimana kalau kamu ternyata juga nyebelin di mata orang lain? tapi kamu gak tau kamu nyebelin. Trus orang itu tetep baik ke kamu. Coba kamu posisikan diri  jadi orang itu."

☀️: "Kamu gak bisa tau semua yang udah terjadi sama orang lain. Bisa jadi dia gak sadar dia udah salah atau nyebelin. Kamu juga gak tau kan apa yang ada di pikiran, perasaan, dan apa yang sebenarnya dia alami. Yaudah, satu-satunya yang bisa kamu lakuin ya berbuat baik sama dia."

☀️: "Kalau ternyata memang sikapnya menyebalkan atau dia melakukan kesalahan dan dia gak sadar, semoga kebaikan kamu bisa bikin dia lama-lama sadar. Nah, kalau ternyata sikap menyebalkan atau kesalahannya muncul karena dia lagi mengalami sesuatu yang buruk, bukannya itu berarti secara nggak langsung kamu nolong dia?" 

🌻: "...iya, tapi kadang berat ngelakuinnya. Kalau terlalu baik malah kadang jadi bahan becanda."

☀️: "iya, memang berat kalau kamu ngelakuin apa-apa masih karena manusia. Tapi kalau kamu ngelakuin apa-apa karena Allah, gak akan ada berat-beratnya. Masalah dibecandain, ya gapapa. Santai aja." 

🌻: "...."

orang tua.

Ayah dan Ibu pasti kecewa.
Jika tau bahwa anak perempuannya
kalah hanya karena sebuah rasa.

Ibu pasti bersedih,
Jika perjuangan antara hidup dan matinya,
hanya menjadi waktu yang terbuang sia-sia.

Ayah mungkin akan tak habis pikir
Jika semua peluh dan keringatnya,
Hanya menjadi sebuah tangis yang tak tahu kapan akan reda.

Mereka pasti ingin berkata bahwa,
Aku dilahirkan,
dibesarkan,
bukan untuk kalah oleh perasaan.

Aku lebih tangguh dari yang aku kira.
Lebih hebat.
Lebih kuat.

Mungkin jika aku tidak bisa berjuang untuk diriku sendiri,
setidaknya aku tidak membuat mereka kecewa. 



jangan.

Jangan pernah membenci siapapun.

Kamis, 27 Januari 2022

keajaiban.

Tidak ada keajaiban yang terjadi dalam satu malam.
Mungkin ada, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari.
Yang ada adalah kumpulan doa dan harapan,
yang akhirnya jadi kenyataan.
Balasan untuk air mata dan hati yang tidak pernah tenang. 
Juga raga yang lelah baik-baik saja dalam pura-pura. 

Tapi kadang, kumpulan doa dan harapan itu juga tidak terjadi sesuai yang dipinta.
Jika itu terjadi, tidak papa, Tuhan tau segalanya. 

Tenang, doamu hanya butuh waktu.

Sabtu, 22 Januari 2022

Belajar.

Mari belajar untuk berhenti berharap, berkeluh kesah, bercerita
pada manusia.

Karena,
tidak ada gunanya. 

tenang.

Kenapa?

Sedang bingung, ya?

Dunia rasanya berjalan cepat sekali. 

Sementara kamu masih berusaha menata hidupmu lagi. 


Tidak apa-apa. Tenang, ya. 

Lakukan semua yang mau kamu lakukan.

Bereskan yang harus dibereskan, 

pelan-pelan. 


Satu persatu. Tidak perlu terburu-buru. 

Tidak ada yang mengejarmu kecuali satu, 

kematian. 

Tapi hal itu di luar kuasamu, kan?


Tarik napas perlahan. Lalu hembuskan.  

Semua ini sudah pasti atas persetujuan Tuhan. 


Tapi kamu juga tidak terlambat untuk memperbaiki yang terjadi. 


Jangan mudah terdistraksi dengan apa yang orang lain lakukan.

Matikan gawaimu sementara waktu, sepertinya tidak apa-apa.

Mungkin kamu perlu tidak berinteraksi dengan media sosial dan manusia di dalamnya. 

Ingat, kamu tidak sedang berlomba dengan siapa-siapa. 


Kamu hanya perlu fokus kepada dirimu. Hanya kamu. 


Lagi pula, 

semua ini sementara. 

Akhirnya akan hilang juga. 


Jadi, tenang ya.

Minggu, 16 Januari 2022

doa.

Kamu boleh kok, lelah pada manusia.
Tapi, tidak boleh lelah berdoa.

Kamu harus yakin,
Doamu sedang bekerja.

Entah dengan cara apa Tuhan mengabulkannya. 
Yang pasti, doamu tidak pernah sia-sia. 

Sabtu, 15 Januari 2022

Kaca.

Di pantulan kaca, 

perempuan itu menertawakan dirinya. 


"Setelah bertahun-tahun, 

tidak pernah serius soal rasa,

akhirnya aku seperti benar-benar jatuh cinta. 

Pada usia dua puluh dua. 

Dan patah hati saat itu juga, 

Setelah beranjak dari usia dua puluh tiga."


Perempuan itu kembali tertawa.

Minggu, 09 Januari 2022

kata siapa harus sempurna?

Padahal, kamu gak harus terlihat sempurna. Atau selalu terlihat baik-baik saja. Kamu manusia, bukan robot yang didesain sedemikian rupa. 


Kamu cuma harus selalu berusaha berbuat baik dan menjadi lebih baik. Itu saja. 

Minggu, 02 Januari 2022

Perempuan yang Jatuh (3)

Akhirnya perempuan itu sampai 
pada ujung dasar lubang hitam 
yang sudah lama ingin dia gapai.

Dia jatuh dengan sangat menyakitkan.
Dasar lubang besar itu ternyata bukan dunia yang berbeda.
Keras dan dingin, entah terbuat dari apa.

Tidak nyaman sama sekali.

Tubuhnya gemetar.
Pikirannya berputar.
Untung saja, dia masih tersadar.

Dia meraba tubuhnya.
Tidak ada luka.
Tapi terasa sakitnya.

Langkahnya berat.
Dia tidak mau dan tidak tau harus melakukan apa.
Kembali ke atas adalah jalan satu-satunya.

Pun Tuhannya Maha Baik.
Diciptakannya jalan untuk kembali ke atas sana.

Meskipun perempuan itu tidak tahu butuh waktu berapa lama,

dia yakin semuanya akan kembali baik-baik saja.

Dan dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan kali ini, 
tanpa harus terjatuh lagi. 

Laki-Laki

"Kan harusnya mas kerja aja, gak usah kuliah. Biar langsung punya uang sendiri."

Kira-kira seperti itu yang diutarakan adikku.
Aku marah? Tentu. Wkwk.
Apalagi jika dia mulai menyebut dirinya beban keluarga.
Padahal di usianya aku sama saja seperti dia. 

Tapi dari situ aku berpikir, 
Laki-laki yang sadar bahwa di pundaknya ada tanggung jawab luar biasa itu, hebat ya.